PENGARUH LAMA FERMENTASI BAHAN ORGANIK PADA ECO-ENZYME TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Staphylococcus aureus

Febrianti, Mutiara Nur Suci (2024) PENGARUH LAMA FERMENTASI BAHAN ORGANIK PADA ECO-ENZYME TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Staphylococcus aureus. Diploma thesis, Politeknik Harapan Bersama.

[img] Text (Cover)
Cover.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (293kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf

Download (686kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf

Download (717kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (868kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf

Download (177kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (390kB)
[img] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penyakit kulit menjadi salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Salah satu bakteri penyebab penyakit kulit adalah bakteri Staphylococcus aureus. Eco-enzyme merupakan cairan organik hasil fermentasi limbah organik, air dan gula molase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen laboratorium menggunakan metode simple random sampling. Eco-enzyme yang di fermentasi selama 3 bulan, 4 bulan dan 5 bulan diuji aktivitas antibakterinya terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi sumuran dengan aquadest setril sebagai kontrol negatif. Hasil data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way Anova. Eco-enzyme yang telah difermentasi selama 3 bulan, 4 bulan, dan 5 bulan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan rata rata zona hambat masing-masing 13,73 mm, 17,73 mm, dan 21,4 mm. Hasil menunjukkan adanya perbedaan aktivitas antibakteri pada maring-masing sampel eco-enzyme terhadap penghambatan bakteri Staphylococcus aureus. Waktu fermentasi paling baik bagi eco-enzyme untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus berdasarkan penelitian ini adalah 5 bulan dengan rata-rata diameter zona hambat bakteri sebesar 21,4 mm dan termasuk kategori sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin lama waktu fermentasi semakin besar pula diameter zona hambat bakteri Staphylococcus aureus yang dihasilkan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QR Microbiology
Divisions: Kesehatan > Diploma III Farmasi
Depositing User: Mutiara Nur Suci Febrianti
Date Deposited: 28 Aug 2024 06:42
Last Modified: 28 Aug 2024 06:42
URI: http://eprints.poltektegal.ac.id/id/eprint/3791

Actions (login required)

View Item View Item